BRO SAWER - Let Share What We Must Share

Friday, October 10, 2008

Sekejap Mata

Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan di kantornya. Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon yang cocok. Dia memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau tidak.

Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview. Si Manager lalu mengajukan 1 pertanyaan: setahu Anda, apa yang bergerak paling cepat?

Kandidat I menjawab, “PIKIRAN. Dia muncul begitu saja di dalam kepala, tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada. Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu.”


“Jawaban yang sangat bagus”, sahut si Manager. “Kalau menurut Anda?”, tanyanya ke kandidat II.


Hm… KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa kita sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak paling cepat kalau menurut saya.”“Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan ’sekejap mata’ untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi.” Si manager berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras.



“NYALA LAMPU adalah yang tercepat yang saya ketahui”, jawabnya, “Saya sering menyalakan saklar di dalam rumah dan lampu yang di taman depan langsung saat itu juga menyala.”
Si manager terkesan dengan jawaban kandidat III. “Memang sulit mengalahkan kecepatan cahaya.”, pujinya.

Dilirik oleh sang manager, kandidat IV menjawab, “Sudah jelas bahwa yang paling cepat itu adalah MENCRET.”


“APA???!!!”, seru sang manager yang terkaget-kaget dengan jawaban yang tak terduga itu.


“Oh saya bisa menjelaskannya.”, kata si kandidat. “Dua hari lalu kan perut saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat saya berlari ke toilet. Tapi sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN LAMPU, saya sudah berak di celana.”

Tentu saja kandidat terakhir yang diterima…

Have a Positive Day

Bila boss tetap pada pendapatnya,
itu berarti beliau konsisten.
Bila staf tetap pada pendapatnya,
itu berarti dia keras kepala !
Bila boss berubah-ubah pendapat,
itu berarti beliau flexible.

Bila staf berubah-ubah pendapat,
itu berarti dia plin-plan !
Bila boss bekerja lambat,
itu berarti beliau teliti.
Bila staf bekerja lambat
itu berarti dia tidak 'perform' !
Bila boss bekerja cepat,
itu berarti beliau 'smart'.
Bila staf bekerja cepat,
itu berarti dia terburu-buru !
Bila boss lambat memutuskan,
itu berarti beliau hati-hati.
Bila staf lambat memutuskan,
itu berarti dia 'telmi' !
Bila boss mengambil keputusan cepat,
itu berarti beliau berani mengambil keputusan.
Bila staf mengambil keputusan cepat,
itu berarti dia gegabah !
Bila boss terlalu berani ambil resiko,
itu berarti beliau risk-taking.
Bila staf terlalu berani ambil resiko,
itu berarti dia sembrono !
Bila boss tidak berani ambil resiko,
itu berarti beliau 'prudent'.
Bila staf tidak berani ambil resiko,
itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !
Bila boss mem-by-pass prosedur,
itu berarti beliau proaktif-inovatif.
Bila staf mem-by-pass prosedur,
itu berarti dia melanggar aturan !
Bila boss curiga terhadap mitra bisnis,
itu berarti beliau waspada.
Bila staf curiga terhadap mitra bisnis,
itu berarti dia negative thinking !
Bila boss menyatakan : " Sulit "
itu berarti beliau prediktif-antisipat if..
Bila staf menyatakan : " Sulit "
itu berarti dia pesimistik !
Bila boss menyatakan : " Mudah "
itu berarti beliau optimis.
Bila staf menyatakan : " Mudah "
itu berarti dia meremehkan masalah !
Bila boss sering keluar kantor,
itu berarti beliau rajin ke customer
Bila staf sering keluar kantor,
itu berarti dia sering kelayapan !
Bila boss sering entertainment,
itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
Bila staf sering entertainment,
itu berarti dia menghamburkan anggaran !
Bila boss tidak pernah entertainment,
itu berarti beliau berhemat.
Bila staf tidak pernah entertainment,
itu berarti dia tidak bisa me-lobby customer !
Bila boss men-service atasan,
itu berarti beliau me-lobby.
Bila staf men-service atasan,
itu berarti dia menjilat !
Bila boss sering tidak masuk,
itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
Bila staf sering tidak masuk,
itu berarti dia pemalas !
Bila boss minta fasilitas mewah,
itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
Bila staf minta fasilitas standar,
itu berarti dia banyak menuntut !
. . . . . . . . . . . (masih banyak lagi)
Bila boss membuat tulisan seperti ini,
itu berarti beliau humoris.
Bila staf membuat tulisan seperti ini,
itu berarti dia :
- frustasi
- iri thd karir orang lain
- negative thinking
- provokasi
- tidak tahan banting
- barisan sakit hati
- berpolitik di kantor
- tidak produktif
- tidak sesuai dengan budaya perusahaan
- de el el


Kisah Sebuah Pohon Apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.


"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.


"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."


Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."


"Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi." Pohon apel itu kembali sedih.


Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.


"Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.


"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.


"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempa tinggal. Maukah kau menolongku?"


"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.


Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.


"Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.


"Aku sedih," kata anak lelaki itu.


"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"


"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."

"Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.


Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.


"Maaf anakku, kata pohon apel itu. Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."


"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.


"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.


"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.


"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.


"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.


"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. "


"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."


Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.


Sahabat, Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita kecil, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.


Ketika kita tambah dewasa, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.


Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita. Ingat dengan nafas merekalah kita lahir kedunia ini, nyawa merekalah yang telah menjaga kita agar tetap hidup dan tumbuh cintailah orang tua kita.


Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah diberikannya pada kita


Salam : Bro Di2t - Samboelostboy


 

Buat Yang Doyan Nonton !

Cari Lirik Lagu Kamu Disini !

Fuze Mobility

Blog's Update

Bro Sawer is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com