BRO SAWER - Let Share What We Must Share

Saturday, October 25, 2008

Manajemen Sedikit

Mas Bambang, seorang veteran bisnis yang telah bergelut dalam dunia
bisnis lebih dari 40 tahun punya resep yang unik, dia beliau
menyebutnya: "Manajemen Sedikit". Secara prinsip Mas Bambang mengaku
dia lebih senang berbuat sedikit mungkin, terutama dalam mencampuri
urusan manajemen di kantor.

Mas Bambang berdalih Manajemen Sedikit ibaratnya memasak dengan oven
microwave. Tingal pencet satu tombol. Selesai. Berlainan dengan gaya
manajemen yang biasa, menurut Mas Bambang, lebih mirip dengan memasak
cara tradisional. Butuh waktu dan usaha komplit yang lebih njelimet.

Mulanya saya bingung mendengarnya. Barulah ketika ngobrol lebih dalam
dengan para crew dan staff di kantor Mas Bambang, saya baru mengerti
apa yang dimaksudkan oleh Mas Bambang sebagai Manajemen Sedikit.
Rupanya Mas Bambang orangnya sangat penyabar, jarang marah, dan
senang memotivasi para pekerjanya untuk maju ke depan, secara agresif
dan kreatif.


Setiap kali mereka memulai sebuah proyek, Mas Bambang lebih senang
menyemai bibit. Begitu istilah beliau. Setelah itu Mas Bambang lebih
senang mundur ke belakang dan sepenuhnya memberikan kebebasan bagi
karyawannya untuk menunjukan karya dan prestasi mereka.

Hanya sekali-kali Mas Bambang memberikan dorongan kecil. Pokoknya Mas
Bambang berusaha untuk sedikit mungkin mencampuri manajemen. Hasilnya
memang ajaib.

Karyawan merasa mendapatkan kepercayaan penuh dari Mas Bambang, dan
disiplin mereka untuk bertanggung jawab ternyata sangat tinggi.
Mereka juga punya rasa optimisme dan percaya diri yang optimal. Saya
jadi ingat sebuah buku kecil yang ditulis oleh Chin Ning Chu yang
berjudul "Do Less Achieve More". Buku yang ditulis pada 1998 itu,
hingga kini masih menjadi salah satu buku favorit saya.

Chin menulis bahwa, kata sibuk dalam bahasa Cina terdiri dari dua
simbol piktogram. Yang pertama merupakan simbol piktogram yang
berarti jantung. Dan yang kedua adalah piktogram dengan simbol
kematian. Artinya kalau kita terlampau sibuk tidak keruan, maka
kematian adalah kutukan yang membayangi kita sehari-hari.

Mas Bambang bercerita bahwa dahulu dia pernah memiliki seorang
general manajer yang sangat rajin, tetapi juga terlampau ketat ingin
mengontrol semuanya. Akibatnya seluruh stafnya merasa stress.
Produktivitas bukan meningkat tetapi justru semakin menurun. Mas
Bambang akhirnya memecat sang general manajer.

Dia memerdekakan para staf dan karyawannya dari perasaan stress dan
tertekan. Mas Bambang berusaha menciptakan sebuah lingkungan kerja
yang memiliki dimensi unik, di mana semuanya merasa mudah, sehingga
staf dan karyawannya lebih kreatif menciptakan terobosan dan inovasi.

Beberapa hari sebelum puasa, saya diajak Mpu Peniti makan soto daging
kesukaan beliau. Pulang makan soto, saya diberi oleh-oleh dua lembar
uang seribuan. Yang satu pecahan seribuan yang mungkin beredar pada
1970-an dan sudah tidak lagi laku. Yang kedua pecahan seribuan yang
masih beredar saat ini. Kedua lembar uang seribuan itu nampak sangat
baru, seperti baru keluar dari mesin cetak.

Saya bingung tidak keruan, karena tidak mengerti apa ulah Mpu Peniti.
Akhirnya dengan senyum-senyum beliau bertanya kepada saya, mana di
antaranya kedua lembar uang ribuan itu yang paling berharga. Saya
beraksi secara refleks menunjuk lembaran uang ribuan yang masih
berlaku saat itu. Tetapi Mpu Peniti malah menggeleng.

Beliau bertutur, bahwa lembaran uang ribuan yang sudah tidak berlaku
lagi malah justru yang paling berharga. Karena 30 tahun yang lalu,
selembar uang ribuan itu merupakan bagian dari kenaikan gaji Mpu
Peniti saat itu. Saking girangnya, Mpu Peniti saat itu, sampai ia
menyimpan seribu rupiah, yang saat itu sangat banyak jumlahnya
sebagai kenang-kenangan. Secara historis uang ribuan itu punya nilai
yang tak terhingga.

Berlainan dengan lembaran ribuan satunya lagi, yang memang didapat
Mpu Peniti dari bank, dan nilainya memang cuma seribu perak. Dan
seribu perak saat ini, terkadang tidak cukup untuk membeli nasi
bungkus atau biaya parkir sekalipun.

Mpu Peniti berpesan kepada saya, bahwa kadang yang kelihatannya
sangat sedikit sekali nilainya, tidak jarang justru yang paling
berharga. Dalam bulan suci Ramadhan ini, di mana kita akan
menjalankan ibadah puasa, dan sekaligus berlatih menahan nafsu.

Di saat bersamaan kita juga diberikan kesempatan yang sama untuk
menghargai semuanya yang serba sedikit dan semuanya yang serba
kekurangan. Kita diingatkan untuk berani mengorbankan yang berlimpah.
Dan memilih yang sedikit. Karena sesungguhnya yang sedikit ini, tidak
jarang lebih sehat dan lebih membahagiakan kita.

Sumber: Manajemen Sedikit oleh Kafi Kurnia

Menghargai Pekerjaan

Tiga bulan lalu, Helen memanggil beberapa calon karyawan untuk
wawancara. Dari seluruh pelamar yang dipanggil, Helen tertarik dengan
dua orang yang dinilai paling cocok.

Salah seorang, sebut saja bernama Nana, adalah seorang fresh
graduate. Nana belum pernah bekerja, baru lulus D3 langsung
mengirimkan surat lamaran. Dilihat dari angka akademiknya cukup
bagus, penampilannya di foto juga oke, maka Nana termasuk dipanggil
untuk wawancara pertama.

Ketika datang ke kantor untuk wawancara pertama, Nana tampil oke.
Sebagai seorang fresh graduate, penampilannya lebih baik dari yang
lain. Seakan-akan dia sudah pernah bekerja. Setelah wawancara
selesai, Nana keluar dan melewati ruang resepsionis, Helen tanpa
sengaja melihat bahwa Nana tidak berpamitan kepada resepsionis,
bahkan tersenyum pun tidak.


Seorang calon lain, sebut saja bernama Wati, juga menarik
perhatiannya. Sama seperti Nana, dia juga seorang fresh graduate.
Hanya bedanya, Wati pernah bekerja di sebuah perusahaan selama tiga
bulan. Di perusahaan tersebut, Wati merasakan susahnya bekerja. Dia
tidak boleh seenaknya keluar dari kantor.

Waktu makan siang pun dibatasi. Untuk minta ijin tidak masuk kerja
juga sangat sulit, sehingga dia selalu memilih tetap masuk kerja
meskipun sedang sakit. Untungnya dia hanya pernah sakit flu dua kali.
Bukan penyakit yang termasuk parah.

Waktu dipanggil untuk wawancara, Wati minta agar boleh datang setelah
jam kerja. Helen setuju. Ketika datang, Wati berpenampilan rapi dan
sederhana. Dia dengan cepat menjawab semua pertanyaan. Ketika datang,
dia menyapa resepsonis dengan ramah. Ketika pulang dia juga
berpamitan dengan office girl yang kebetulan menunggu di samping meja
resepsionis. Sopan dan tulus.

Setelah melalui berbagai test, akhirnya kedua orang ini, Nana dan
Wati, diterima bekerja di bagian marketing. Keduanya sama-sama belum
berpengalaman di bidang marketing. Karena itu, mereka berdua harus
sama-sama belajar. Dari pengetahuan produk hingga cara melakukan
pendekatan, cara menjual dan sebagainya.

Nana tampaknya mudah mengerti apabila diberitahu mengenai sesuatu.
Langsung berkata "Ya pak, ya pak." Sehingga atasannya menilai Nana
sangat cepat belajar. Sebaliknya Wati banyak bertanya apabila
diberitahu mengenai sesuatu. Kadang-kadang harus diulang sekali lagi,
baru Wati tampak puas dan mengerti.

Lapor perkembangan

Setiap akhir bulan dia melapor kepada Helen mengenai perkembangan
Nana dan Wati. Kesannya terhadap mereka berdua cukup positif,
sehingga Helen mulai berpikir untuk mempertahankan mereka berdua
setelah selesai masa percobaan.

Seperti biasa, Helen juga seringkali melakukan kunjungan keliling ke
semua departemen, terutama yang ada karyawan barunya.

Ternyata apa yang ditemuinya di lapangan sangat mengejutkan Helen.
Hampir dalam segala hal, Nana selalu bertanya kepada teman-teman lain
atau minta bantuan mereka untuk mengerjakan semua pekerjaannya.

Ternyata semua penjelasan dari atasannya tidak dimengerti sama sekali
olehnya. Setiap kali atasannya selesai menjelaskan sesuatu dan beliau
berlalu, maka segera Nana ribut bertanya kepada yang lain sambil
berkeluh kesah.

Bahkan, seringkali Wati mengerjakan pekerjaan Nana, bukan hanya
membantunya saja. Begitu pula setiap kali Nana menerima perintah dari
atasannya untuk melakukan sesuatu, selalu dia berkeluh kesah panjang
lebar.

Misalnya ketika dia diminta menelepon salah seorang pelanggan yang
sudah lama tidak berhubungan lagi dengan perusahaan tersebut, Nana
mengeluh dengan bersuara keras:"Ah! Sebel deh! Disuruh-suruh melulu!
Harus menelepon orang lagi! Reseh!"

Dan sialnya, Helen mendengar langsung keluhan Nana ketika kebetulan
dia berada di pintu masuk ruangan marketing. Segera Helen
memanggilnya dan menanyakan hal itu, tapi Nana hanya minta maaf saja
sambil tersenyum-senyum

Begitu juga ketika dia harus pergi mengunjungi salah seorang
pelanggan penting, Nana berkeluh kesah seperti biasa. "Huuuh! Sebel!
Masa gua harus pergi lagi! Kan cape?! Masa disuruh-suruh lagi!". Lalu
dia mengajak Wati dan pergi sambil cemberut.

Berbeda dengan Wati. Perintah apapun langsung dikerjakan dengan penuh
semangat. Disuruh kemana pun, Wati siap. Cara kerjanya juga cepat.
Dia tidak pernah mengeluh. Bahkan, dia tidak pernah keberatan
membantu pekerjaan Nana sambil mengerjakan tugasnya sendiri.

an, diakhir masa percobaan, bisa ditebak siapa yang dinyatakan lolos
dan siapa yang tidak. Helen melihat, Wati sangat menghargai
pekerjaannya yang sekarang karena dia pernah merasakan betapa
beratnya bekerja di tempat kerja sebelumnya.

Di perusahaan yang sekarang Wati sangat bersyukur karena atasannya
tidak segalak dulu. Atasannya mempercayainya, tidak cerewet, dan
memperlakukannya dengan wajar. Jadi Wati sangat menikmati
pekerjaannya yang sekarang.

Sebaliknya Nana menganggap kebaikan atasannya sebagai suatu
kesempatan untuk bisa berbuat seenaknya tanpa takut dimarahi. Dia
menganggap atasannya pasti tidak akan marah kepadanya. Dia masih
menganggap pekerjaan sebagai suatu kegiatan sosial yang sering
dilakukannya.

Karena itu Nana merasa berhak untuk merasa kesal kalau disuruh-suruh.
Nana belum bisa menghargai pekerjaannya. Hargai pekerjaan Anda. Love
Your Job!

Sumber: Menghargai Pekerjaan oleh Lisa Nuryanti

HIDROTERAPI UNTUK OSTEOPOROSIS

Oleh: Shannon B. Lucas, PTA., Columbus, Georgia
Alih bahasa: Arif Yulianto, SSt.FT

Masa tulang yang rendah dan osteoporosis mempengaruhi 44 juta orang Amerika laki-laki dan wanita diatas usia 50 tahun. Sepuluh juta orang diperkirakan telah menderita osteoporosis dan 34 juta lebih diperkirakan memiliki masa tulang yang rendah. Istilah sederhana osteporosis berarti tulang keropos dan cirri khasnya adalah penurunana masa tulang dan kemunduran jaringan tulang yang menyebabkan tulang mudah patah dan resiko terjadinya fraktur(patah).

Sering kali, penyakit ini berlangsung tak terdeteksi sampai terjadinya patah tulang oleh karena tubrukan kecil, terjatuh, berjabat tangan, atau lebih buruknya, ketika merangkul kekasihnya.
Satu yang paling penting sesuatu yang bisa anda perbuat untuk mencegah atau mengurangi efek dari osteoporosis ini adalah dengan menjaga latihan secara rutin. Aktifitas menumpu berat badan (weight-bearing), seperti jalan atau berlari kecil, dan latihan tahanan, membangun kekuatan otot sebagus anda meningkatkan keseimbangan dan kesadaran tubuh anda, dengan demikian mengurangi resiko terjatuh anda. Malangnya, jika hanya dengan merangkul kekasih anda menyebabkan patah tulang iga, bayangkan bagaimana mengerikannya hal ini. Disinilah dimana terapi aquatic dapat membantu.

Wednesday, October 15, 2008

Mainkan WALKMAN 3.0 ( W960i ) di SE P1i Anda !!!

Pertama kali membeli smartphone P1i saya sangat kagum akan fitur-fitur yang terdapat di dalamnya. Begitu powerfull dalam membantu pekerjaan saya. Performanya yang saya kira lambat ternyata tidak saya alami. Namun seiring berjalannya waktu saya mulai iri terhadap sodara-sodaranya dari generasi walkman. Saya melihat versi terakhir walkman sangat stylish sekali dengan desain layoutnya yang menarik. Tapi yang paling penting keluaran suara yang dihasilkan hp generasi ini. Saya berfikir alangkah bagusnya jika fitur walkman juga terdapat di hp saya. Namanya manusia sudah memiliki 2 gunung emaspun masih ingin memiliki 2 gunung emas lagi yang sama.


Putar otak, geser mouse kesana kemari eh dapat juga caranya supaya walkman dapat terinstall di P1i saya. Namun ternyata ini hanya bisa dilakukan oleh jenis hp yang berbasis system symbian UIQ. tidak untuk Hp SE yang lainnya. Sayang sekali. Nah dalam postingan ini saya akan mengajak anda untuk mempelajari cara agar anda dapat menikmati walkman di P1i anda. Mod ini tidak berhasil pada uji coba di smartphone : M600i, P990, W950!!

Sebelum saya lanjutkan, saya merekomendasikan anda untuk membaca sejenak tutorial ini.

Ok, nah sekarang mari kita lanjutkan ...

Langkah - langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Silahkan dowload file yang dibutuhkan : walkman 3.0 - p1i

2. Unlock akses ke sistem folder anda dengan menggunakan Aplikasi CapSwitch - ubah dari "off" ke "on"

3. Ekstrak file zip kekomputer anda lalu kirimkan ke memory card hp anda (D:\other).

4. Copy folder C yang terdapat dalam folder other ke direktori C:\ smartphone anda dengan
menggunakan Swiss Manager Pro, X-plore atau yang sejenisnya. Untuk mendownload Swiss Manager Pro : Klik disini

5. Default language yang terdapat dalam walkman player adalah bahasa Inggris. (Option bahasa Indonesia tidak termasuk).
Untuk mencopy bahasa silahkan copy folder language (Pilih salah satu) lalu paste ke 'C:\Resource' smartphone anda. 'Saran saya lebih baik tidak usah dicopy biarkan saja player Walkman menggunakan bahasa Inggris.

6. Apabila anda diminta untuk mengoverwrite pilih yes/ok

7. Silahkan restart P1i anda lalu lihat hasilnya. Hasil yang optimal akan anda dapatkan setelah beberapa kali merestart.

8. Bila ada masalah silahkan update software P1i anda dan ulangi langkah diatas.

9. selesai.

Image :Terima kasih kepada Shahram atas Screenshotnya

------------------------------------------------------------------
| (q/w) | (e/r) | (t/z) | (u/i) | (o/p) |
| | e-Eq | VolumeUp | | Play/Pause |
------------------------------------------------------------------
| (a/s) | (d/f) | (g/h) | (j/k) | (l/BkSpc) |
| Stop | Prev/FR | Play/Pause | Next/FF | |
------------------------------------------------------------------
| (,/y) | (x/c) | (v/b) | (n/m) | (./Enter) |
| | Shuffle | VolumeDown | Minimize | |
------------------------------------------------------------------
| (Shift) | (*) | (Space) | (#) | (Alt) |
| | Lock | Stop | Play/Pause | |
------------------------------------------------------------------


Anda dapat mengubah tombol shortcut Qwerty board anda di direktori "C:\private\200011FD\default\playview_skt.xml"

Nah silahkan menikmati walkman 3.0 pada P1i anda

Walkman v 3.0 for SE P1i (R9K009/GW1), Author by : SWmail

Salam : Bro Sawer




Tuesday, October 14, 2008

Hati Tidaklah Berjarak

Pada suatu pagi yang hening, sang guru bertanyakan kepada
murid-muridnya, "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah,
ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?" Seorang murid
setelah berfikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab: "Kerana
saat seperti itu ia telah hilang sabar, kerana itu ia lalu berteriak."


Tapi…" Sang guru balik bertanya, " Lawan bicaranya itu tidak berada
jauh dari situ, hanya disisinya sahaja. Mengapa harus berteriak?
Adakah ia tidak dapat berbicara baik-baik?" Hampir semua murid
memberikan sejumlah alasan yang pada perkiraan mereka adalah `logic'.
Namun tiada satu pun jawaban yang benar-benar dapat memuaskan hati.

Sang guru lalu berkata: "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi
kemarahan, jarak kedua-dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara
fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang
demikian, mereka harus berteriak.

Namun anehnya, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya
jarak hati yang ada diantara kedua-duanya pun menjadi lebih jauh lagi.
Kerana itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi." Sang guru
menjelaskan dengan lebih lanjut, "Sebaliknya, apa yang akan terjadi
ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka bukan hanya tidak
berteriak, namun ketika mereka berbicara sekalipun, suara yang keluar
dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun,
kedua-duanya masih berupaya untuk saling mendengarkannya dengan begitu
jelas sekali. Mengapa pula demikian?" Sang guru bertanya sambil
memperhatikan para muridnya.

Mereka nampak berfikir dengan serius sekali namun tidak seorang pun
yang berani bangkit untuk memberikan jawapan. Akhirnya sang Guru
memberikan jawaban, "Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka
tidak berjarak. Pada akhirnya sepatah kata pun tidak perlu mereka
ucapkan. Satu pandangan mata sahaja sudahlah cukup untuk membuatkan
mereka memahami apa yang ingin disampaikan. "

Saturday, October 11, 2008

MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT

Sebuah perenungan (Based on True Story)

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam. Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit. Istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun dan dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan dan itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.


Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka. Sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua bapak. Dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.

" Anak2ku ......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah.... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. Sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, Kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibunya. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber. Mereka mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"

Friday, October 10, 2008

Komparasi Motor Sport 250 cc Di Indonesia

YAMAHA FAZER 250 cc












Dry Weight = 134 kg
21bhp @ 7500 rpm
Torque = 20.5926 NM / 2.10 kgm @ 6500 rpm
282mm Disk up front

130mm drum at rear
Compression = 9.80:1

CC = 249.0
Bore x Stroke = 74.0 x 58.0
Tank Capacity 19.2 litres
Fuel Injection = AISAN
Battery = 12V 6AH
Electric Start
Front tyre = 100/80/17 M/C 52S
Rear tyre = 130/70/17 M/C 62S
Engine = 4 stroke SOHC
Clutch = 5 speed

Suspension Front = telescopic
Rear monolink/monoshock





KAWASAKI NINJA 250 cc









Engine Type: 4-Stroke, Liquid-Cooled, DOHC, 4 Valve Cylinder Head, Parallel Twin
Displacement: 248 cc
Bore & Stroke: 62.0 x 41.2 mm
Maximum Torque: 18.1 lb-ft @ 10,000 rpm
Compression Ratio: 12.4:1
Carburetor: Keihin CVK30 x 2
Ignition: TCBI with Digital Advance
Transmission: 6-Speed
Rake/Trail: 27°/3.3 in.
Front Wheel Travel: 5.5 in.
Rear Wheel Travel: 5.1 in.

Front Tire Size: 100/80-16
Rear Tire Size: 130/80-16
Wheelbase: 55.1 in.
Front Suspension: 36mm Hydraulic Telescopic Fork
Rear Suspension: Uni-Trak with Aluminum Linkage
Front Brake Type: Single 260mm Disc with 2-Piston Caliper
Rake/Trail: 27°/3.3 in.
Front Wheel Travel: 5.5 in.
Rear Wheel Travel: 5.1 in.
Front Tire Size: 100/80-16
Rear Tire Size: 130/80-16
Wheelbase: 55.1 in.
Front Suspension:
36mm Hydraulic Telescopic Fork
Rear Suspension: Uni-Trak with Aluminum Linkage
Front Brake Type: Single 260mm Disc with 2-Piston Caliper

HONDA CBX 250 cc








Engine: Single Cylinder - Air-cooled 4-stroke 4-valve DOHC
Capacity: 249cc
Max Power : 24 bhp @ 8000rpm
Max Torque: 2.4
8 Kgm @ 6000rpm
Power to weight ratio:
131.5bhp / tonne
Carb/FI : Carb
Gearbox: 6 Speed
Brakes (Fr) : 276
mm dia single disc
Brakes (Rr) : 130mm dia drum
Suspension (Fr) : Telescopic hydraulic shock absorbers (130mm)
Suspension (Rr) : Mono-shock, 100mm travel
Tyres (Fr) : 100/80 * 17 (Tubeless on alloys)
Tyres (Rr) : 130/70 * 17 (Tubeless on alloys)
Length: 2030mm
Height:1050mm
Width: 745mm
Wheelbase: 1370mm
Saddle height: 780mm
Fuel capacity: 16 L
Dry Weight: 139.7 kgs



 

Buat Yang Doyan Nonton !

Cari Lirik Lagu Kamu Disini !

Fuze Mobility

Blog's Update

Bro Sawer is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com