Monday, September 1, 2008

Penggusuran Mimpi

Tatkala sedang asyik-asyiknya menyiapkan makanan untuk sahur, mendadak datang seorang teman Menyun yang sama-sama bergabung dalam klub Tiger. Dengan terburu-buru ia mematikan mesin motornya, lalu memarkir motornya begitu saja didepan halaman rumah Menyun. Kemudian dengan helm yang masih terpasang ia menyapa Menyun dengan lantang tanpa merendahkan suaranya. Seolah-olah subuh itu ramai seperti pasar pagi.

“Woi! Ente rupanya Dul, kecilin tuh suara. Ini kompleks perumahan. Bukan tempat kita nongkrong. Tamu yang disapa itu bernama Abdulah, pangilannya Dul. Lalu ia menatap Menyun dengan mata yang sembab sambil melepas helmnya.

“Gaswat bro, ini gaswat. Darurat. Siaga satu!"

“Tenang .. tenang dulu. Ada apa ini. Mana ogut tahu ente punya masalah kalo ngomong gaswat mulu."

“Rencana keluarga gw semua berantakan Nyuunn. Coba lu bayangin. Tadi sore emak gw dapet surat dari perwakilan Pemkot kalo perumahan-perumahan di kampung kenyot bakalan digusur sehabis lebaran. Gila pemerintah sekarang. Habis kita berbahagia, senang-senang setelah lebaran, sesudah itu nangis darah yang menanti!” dengan emosi yang meluap Abdulah menjelaskan.

“Ah masa sih, Dul?” jawab Menyun tak kalah kagetnya sambil mempersilahkan Abdulah duduk dulu, kemudian kebelakang membawa makanan yang kebetulan sisa tadi malam belum habis.

“Ini semur jengkol baru ogut panasin, curhatnya sambil sahur aja. Bentar lagi imsak soalnya.”

“Tengkyu bro, kebeneran neh makanan kesukaan gw.” Lanjut Abdulah sambil tangannya meraih centong lalu mengambil nasi gak nanggung-nanggung.

“Gila yah ente, abis ndorong motor apa? Sisain buat tuan rumah dong!”

“Bodo ah, gw laper.” jawab Abdulah singkat.

Bikers itu pikirannya bebas. Tak terkotak-kotak seperti mahasiswa fakultas ekor gajah. Bagaikan lemari tanpa laci-laci yang bisa digunakan untuk menyimpan sesuatu. Segalanya tampak apa adanya, gamblang, spontan dan jujur dimata.

“Pemerintah sudah sakit. Dulu waktu mereka kampanye janjinya menyediakan penghidupan yang layak buat orang kecil. Gimana mau hidup layak, orang tempat tinggal aja bakalan kegusur. Alloh aja memberi kebebasan untuk menempati tempat dibumi ini dimanapun kita mau. “Dan Telah kami jadikan Bumi sebagai tempat tinggalmu yang layak.” Lha kok berani-beraninya manusia menghak kekuasaan Alloh. “Maka berjalanlah dimuka bumi, dan lihatlah bagimana akibat dari perbuatan orang-orang yang mendustakanNya.

“Hebat juga ente Dul, bisa menjabarkan ayat-ayat Qur'an dengan menyambungkannya pada realita sekarang. Lagi gak mabok Dul?”

“Sialan lo, gini-gini sebelum kecemplung dalam dunia motor gw juga pernah nyantri di Jombang. Semuanya digusur. Kemaren baru ajah di Sumatera barat ada berita penggusuran, Di daerah jawa juga gitu, Gilaaa. Mau beribadah kok malah di sumbat sih?”

“Tapi itukan katanya tempat remang-remang yang digusur. Karena menjelang bulan suci yah wajarlah harus dibasmi segala pintu yang bakalan jadi sumbatan orang untuk beribadah.”

“Ya, kalo itu emang bener alasannya. Tapi emang yakin, semua yang tinggal disitu itu biang maksiat apa?? Emang semuanya itu pada kafir? Belum tentu. Mereka cuma terpaksa mengais rejeki ditempat seperti itu. Tidak ada manusia yang mau lahir jadi sampah masyarakat Nyun. Mereka seenaknya ajah menggusur pemukiman, menggusur tempat yang dicurigai sumber maksiat. Lha hotel-hotel bintang lima tempat WTS kelas kakap yang pelanggannya juga pejabat itu apa bedanya? Apa karena yang satu upetinya kurang, terus yang satu lagi upetinya berlimpah? Malah sering disamarkan sebagai pendapatan negara lagikan? Kalau programnya hanya gusur menggusur, lama-lama mereka menggusur mimpi kita sewaktu tidur!” Cerocos Abdulah gak henti henti seperti anak ayam panik yang sedang di intai ular

“Telat ente Dul baru nyadar seperti itu. Orang sudah lama kok mimpi kita digusur oleh program pemerintah yang lebih berpihak kepada kaum behave daripada rakyat kecil seperti kita ini. Sarjana pengangguran makin banyak, kesenjangan miskin dan kaya makin lebar. Biaya pendidikan makin selangit gak terjangkau. BBM semakin menjulang. Gimana caranya rakyat yang kebetulan jadi pedagang gorengan? Tapi semua itu ditutup-tutupin oleh pemerintah. Mereka menggambarkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat. Yang namanya meningkat itu yang nganggur jadi punya pekerjaan. Lapangan kerja disediakan. Investasi tidak hanya bertumpu pada perkembangan ekonomi makro tapi harus menjangkau sampe kesudut-sudut rumah reyot seperti rumah ente!”

“Kancut lw Nyun, Gw lagi susah neh, jangan dibikin tambah stres donk! Lw goblok kalo cuman bisa ngasih solusi dengan ngomel-ngomel seperti itu!”

“Jadi maunya gimana donk. Kebanyakan rakyat kecil seperti kita ini sudah putus asa. Gak bisa mikir jernih lagi. Contohnya kemaren ada petani yang ngebakar ladangnya sendiri supaya gak bisa dipanen, biar sekalian semuanya rugi. Mau ngebela rakyat susah mana ada waktu. Apalagi orang yang sudah susah tapi malah nambah nyusahin diri sendiri dan orang lain. Orang sesama rakyat kecil ajah masih suka nindas sesama. Gak bersatu seperti jaman perang kemerdekaan dulu. Kalo kita berlagak seperti pahlawan jaman sekarang ini gak laku. Karena sekarang ini pahlwan dapat predikat “Kesiangan bangun" dan tak disukai orang....!”

No comments:

Post a Comment

 

Buat Yang Doyan Nonton !

Cari Lirik Lagu Kamu Disini !

Fuze Mobility

Blog's Update

Bro Sawer is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com