Saturday, October 25, 2008

Pertapa Muda dan Kepiting

Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, tampak seorang pertapa
muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai.
Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian
pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar
tidak beraturan.

Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera
melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal.
Ternyata, di sana tampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras
mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga
tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.


Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera
mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat
tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa
muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi
hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.

Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama
bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang
sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami
kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan
tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi
membantunya.

Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus
lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya
makin membengkak karena jepitan capit kepiting.

Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang
menghampiri dan menegur si pertapa muda, "Anak muda, perbuatanmu
menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi
menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu
hingga sobek seperti itu?"

"Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang
benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka,
saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa
menolong nyawa makhluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting,"
jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih
sikap belas kasihnya dengan baik.

Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut
sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang
terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap
ranting itu dengan capitnya. "Lihat Anak Muda. Melatih mengembangkan
sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan
kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong makhluk
lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri.
Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?"

Seketika itu, si pemuda tersadar. "Terima kasih, Paman. Hari ini
saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai
dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat
kebijaksanaan yang Paman ajarkan."

Pembaca yang budiman,
Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang
lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada
anak kita, orangtua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun.
Tetapi, kalau cara kita salah, sering kali perhatian atau bantuan
yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi
bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar
berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang
tidak perlu.

Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya
diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan
itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu,
tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita
yang membantu.



Sumber: Pertapa Muda dan Kepiting oleh Andrie Wongso

Manajemen Sedikit

Mas Bambang, seorang veteran bisnis yang telah bergelut dalam dunia
bisnis lebih dari 40 tahun punya resep yang unik, dia beliau
menyebutnya: "Manajemen Sedikit". Secara prinsip Mas Bambang mengaku
dia lebih senang berbuat sedikit mungkin, terutama dalam mencampuri
urusan manajemen di kantor.

Mas Bambang berdalih Manajemen Sedikit ibaratnya memasak dengan oven
microwave. Tingal pencet satu tombol. Selesai. Berlainan dengan gaya
manajemen yang biasa, menurut Mas Bambang, lebih mirip dengan memasak
cara tradisional. Butuh waktu dan usaha komplit yang lebih njelimet.

Mulanya saya bingung mendengarnya. Barulah ketika ngobrol lebih dalam
dengan para crew dan staff di kantor Mas Bambang, saya baru mengerti
apa yang dimaksudkan oleh Mas Bambang sebagai Manajemen Sedikit.
Rupanya Mas Bambang orangnya sangat penyabar, jarang marah, dan
senang memotivasi para pekerjanya untuk maju ke depan, secara agresif
dan kreatif.


Setiap kali mereka memulai sebuah proyek, Mas Bambang lebih senang
menyemai bibit. Begitu istilah beliau. Setelah itu Mas Bambang lebih
senang mundur ke belakang dan sepenuhnya memberikan kebebasan bagi
karyawannya untuk menunjukan karya dan prestasi mereka.

Hanya sekali-kali Mas Bambang memberikan dorongan kecil. Pokoknya Mas
Bambang berusaha untuk sedikit mungkin mencampuri manajemen. Hasilnya
memang ajaib.

Karyawan merasa mendapatkan kepercayaan penuh dari Mas Bambang, dan
disiplin mereka untuk bertanggung jawab ternyata sangat tinggi.
Mereka juga punya rasa optimisme dan percaya diri yang optimal. Saya
jadi ingat sebuah buku kecil yang ditulis oleh Chin Ning Chu yang
berjudul "Do Less Achieve More". Buku yang ditulis pada 1998 itu,
hingga kini masih menjadi salah satu buku favorit saya.

Chin menulis bahwa, kata sibuk dalam bahasa Cina terdiri dari dua
simbol piktogram. Yang pertama merupakan simbol piktogram yang
berarti jantung. Dan yang kedua adalah piktogram dengan simbol
kematian. Artinya kalau kita terlampau sibuk tidak keruan, maka
kematian adalah kutukan yang membayangi kita sehari-hari.

Mas Bambang bercerita bahwa dahulu dia pernah memiliki seorang
general manajer yang sangat rajin, tetapi juga terlampau ketat ingin
mengontrol semuanya. Akibatnya seluruh stafnya merasa stress.
Produktivitas bukan meningkat tetapi justru semakin menurun. Mas
Bambang akhirnya memecat sang general manajer.

Dia memerdekakan para staf dan karyawannya dari perasaan stress dan
tertekan. Mas Bambang berusaha menciptakan sebuah lingkungan kerja
yang memiliki dimensi unik, di mana semuanya merasa mudah, sehingga
staf dan karyawannya lebih kreatif menciptakan terobosan dan inovasi.

Beberapa hari sebelum puasa, saya diajak Mpu Peniti makan soto daging
kesukaan beliau. Pulang makan soto, saya diberi oleh-oleh dua lembar
uang seribuan. Yang satu pecahan seribuan yang mungkin beredar pada
1970-an dan sudah tidak lagi laku. Yang kedua pecahan seribuan yang
masih beredar saat ini. Kedua lembar uang seribuan itu nampak sangat
baru, seperti baru keluar dari mesin cetak.

Saya bingung tidak keruan, karena tidak mengerti apa ulah Mpu Peniti.
Akhirnya dengan senyum-senyum beliau bertanya kepada saya, mana di
antaranya kedua lembar uang ribuan itu yang paling berharga. Saya
beraksi secara refleks menunjuk lembaran uang ribuan yang masih
berlaku saat itu. Tetapi Mpu Peniti malah menggeleng.

Beliau bertutur, bahwa lembaran uang ribuan yang sudah tidak berlaku
lagi malah justru yang paling berharga. Karena 30 tahun yang lalu,
selembar uang ribuan itu merupakan bagian dari kenaikan gaji Mpu
Peniti saat itu. Saking girangnya, Mpu Peniti saat itu, sampai ia
menyimpan seribu rupiah, yang saat itu sangat banyak jumlahnya
sebagai kenang-kenangan. Secara historis uang ribuan itu punya nilai
yang tak terhingga.

Berlainan dengan lembaran ribuan satunya lagi, yang memang didapat
Mpu Peniti dari bank, dan nilainya memang cuma seribu perak. Dan
seribu perak saat ini, terkadang tidak cukup untuk membeli nasi
bungkus atau biaya parkir sekalipun.

Mpu Peniti berpesan kepada saya, bahwa kadang yang kelihatannya
sangat sedikit sekali nilainya, tidak jarang justru yang paling
berharga. Dalam bulan suci Ramadhan ini, di mana kita akan
menjalankan ibadah puasa, dan sekaligus berlatih menahan nafsu.

Di saat bersamaan kita juga diberikan kesempatan yang sama untuk
menghargai semuanya yang serba sedikit dan semuanya yang serba
kekurangan. Kita diingatkan untuk berani mengorbankan yang berlimpah.
Dan memilih yang sedikit. Karena sesungguhnya yang sedikit ini, tidak
jarang lebih sehat dan lebih membahagiakan kita.

Sumber: Manajemen Sedikit oleh Kafi Kurnia

Menghargai Pekerjaan

Tiga bulan lalu, Helen memanggil beberapa calon karyawan untuk
wawancara. Dari seluruh pelamar yang dipanggil, Helen tertarik dengan
dua orang yang dinilai paling cocok.

Salah seorang, sebut saja bernama Nana, adalah seorang fresh
graduate. Nana belum pernah bekerja, baru lulus D3 langsung
mengirimkan surat lamaran. Dilihat dari angka akademiknya cukup
bagus, penampilannya di foto juga oke, maka Nana termasuk dipanggil
untuk wawancara pertama.

Ketika datang ke kantor untuk wawancara pertama, Nana tampil oke.
Sebagai seorang fresh graduate, penampilannya lebih baik dari yang
lain. Seakan-akan dia sudah pernah bekerja. Setelah wawancara
selesai, Nana keluar dan melewati ruang resepsionis, Helen tanpa
sengaja melihat bahwa Nana tidak berpamitan kepada resepsionis,
bahkan tersenyum pun tidak.


Seorang calon lain, sebut saja bernama Wati, juga menarik
perhatiannya. Sama seperti Nana, dia juga seorang fresh graduate.
Hanya bedanya, Wati pernah bekerja di sebuah perusahaan selama tiga
bulan. Di perusahaan tersebut, Wati merasakan susahnya bekerja. Dia
tidak boleh seenaknya keluar dari kantor.

Waktu makan siang pun dibatasi. Untuk minta ijin tidak masuk kerja
juga sangat sulit, sehingga dia selalu memilih tetap masuk kerja
meskipun sedang sakit. Untungnya dia hanya pernah sakit flu dua kali.
Bukan penyakit yang termasuk parah.

Waktu dipanggil untuk wawancara, Wati minta agar boleh datang setelah
jam kerja. Helen setuju. Ketika datang, Wati berpenampilan rapi dan
sederhana. Dia dengan cepat menjawab semua pertanyaan. Ketika datang,
dia menyapa resepsonis dengan ramah. Ketika pulang dia juga
berpamitan dengan office girl yang kebetulan menunggu di samping meja
resepsionis. Sopan dan tulus.

Setelah melalui berbagai test, akhirnya kedua orang ini, Nana dan
Wati, diterima bekerja di bagian marketing. Keduanya sama-sama belum
berpengalaman di bidang marketing. Karena itu, mereka berdua harus
sama-sama belajar. Dari pengetahuan produk hingga cara melakukan
pendekatan, cara menjual dan sebagainya.

Nana tampaknya mudah mengerti apabila diberitahu mengenai sesuatu.
Langsung berkata "Ya pak, ya pak." Sehingga atasannya menilai Nana
sangat cepat belajar. Sebaliknya Wati banyak bertanya apabila
diberitahu mengenai sesuatu. Kadang-kadang harus diulang sekali lagi,
baru Wati tampak puas dan mengerti.

Lapor perkembangan

Setiap akhir bulan dia melapor kepada Helen mengenai perkembangan
Nana dan Wati. Kesannya terhadap mereka berdua cukup positif,
sehingga Helen mulai berpikir untuk mempertahankan mereka berdua
setelah selesai masa percobaan.

Seperti biasa, Helen juga seringkali melakukan kunjungan keliling ke
semua departemen, terutama yang ada karyawan barunya.

Ternyata apa yang ditemuinya di lapangan sangat mengejutkan Helen.
Hampir dalam segala hal, Nana selalu bertanya kepada teman-teman lain
atau minta bantuan mereka untuk mengerjakan semua pekerjaannya.

Ternyata semua penjelasan dari atasannya tidak dimengerti sama sekali
olehnya. Setiap kali atasannya selesai menjelaskan sesuatu dan beliau
berlalu, maka segera Nana ribut bertanya kepada yang lain sambil
berkeluh kesah.

Bahkan, seringkali Wati mengerjakan pekerjaan Nana, bukan hanya
membantunya saja. Begitu pula setiap kali Nana menerima perintah dari
atasannya untuk melakukan sesuatu, selalu dia berkeluh kesah panjang
lebar.

Misalnya ketika dia diminta menelepon salah seorang pelanggan yang
sudah lama tidak berhubungan lagi dengan perusahaan tersebut, Nana
mengeluh dengan bersuara keras:"Ah! Sebel deh! Disuruh-suruh melulu!
Harus menelepon orang lagi! Reseh!"

Dan sialnya, Helen mendengar langsung keluhan Nana ketika kebetulan
dia berada di pintu masuk ruangan marketing. Segera Helen
memanggilnya dan menanyakan hal itu, tapi Nana hanya minta maaf saja
sambil tersenyum-senyum

Begitu juga ketika dia harus pergi mengunjungi salah seorang
pelanggan penting, Nana berkeluh kesah seperti biasa. "Huuuh! Sebel!
Masa gua harus pergi lagi! Kan cape?! Masa disuruh-suruh lagi!". Lalu
dia mengajak Wati dan pergi sambil cemberut.

Berbeda dengan Wati. Perintah apapun langsung dikerjakan dengan penuh
semangat. Disuruh kemana pun, Wati siap. Cara kerjanya juga cepat.
Dia tidak pernah mengeluh. Bahkan, dia tidak pernah keberatan
membantu pekerjaan Nana sambil mengerjakan tugasnya sendiri.

an, diakhir masa percobaan, bisa ditebak siapa yang dinyatakan lolos
dan siapa yang tidak. Helen melihat, Wati sangat menghargai
pekerjaannya yang sekarang karena dia pernah merasakan betapa
beratnya bekerja di tempat kerja sebelumnya.

Di perusahaan yang sekarang Wati sangat bersyukur karena atasannya
tidak segalak dulu. Atasannya mempercayainya, tidak cerewet, dan
memperlakukannya dengan wajar. Jadi Wati sangat menikmati
pekerjaannya yang sekarang.

Sebaliknya Nana menganggap kebaikan atasannya sebagai suatu
kesempatan untuk bisa berbuat seenaknya tanpa takut dimarahi. Dia
menganggap atasannya pasti tidak akan marah kepadanya. Dia masih
menganggap pekerjaan sebagai suatu kegiatan sosial yang sering
dilakukannya.

Karena itu Nana merasa berhak untuk merasa kesal kalau disuruh-suruh.
Nana belum bisa menghargai pekerjaannya. Hargai pekerjaan Anda. Love
Your Job!

Sumber: Menghargai Pekerjaan oleh Lisa Nuryanti

HIDROTERAPI UNTUK OSTEOPOROSIS

Oleh: Shannon B. Lucas, PTA., Columbus, Georgia
Alih bahasa: Arif Yulianto, SSt.FT

Masa tulang yang rendah dan osteoporosis mempengaruhi 44 juta orang Amerika laki-laki dan wanita diatas usia 50 tahun. Sepuluh juta orang diperkirakan telah menderita osteoporosis dan 34 juta lebih diperkirakan memiliki masa tulang yang rendah. Istilah sederhana osteporosis berarti tulang keropos dan cirri khasnya adalah penurunana masa tulang dan kemunduran jaringan tulang yang menyebabkan tulang mudah patah dan resiko terjadinya fraktur(patah).

Sering kali, penyakit ini berlangsung tak terdeteksi sampai terjadinya patah tulang oleh karena tubrukan kecil, terjatuh, berjabat tangan, atau lebih buruknya, ketika merangkul kekasihnya.
Satu yang paling penting sesuatu yang bisa anda perbuat untuk mencegah atau mengurangi efek dari osteoporosis ini adalah dengan menjaga latihan secara rutin. Aktifitas menumpu berat badan (weight-bearing), seperti jalan atau berlari kecil, dan latihan tahanan, membangun kekuatan otot sebagus anda meningkatkan keseimbangan dan kesadaran tubuh anda, dengan demikian mengurangi resiko terjatuh anda. Malangnya, jika hanya dengan merangkul kekasih anda menyebabkan patah tulang iga, bayangkan bagaimana mengerikannya hal ini. Disinilah dimana terapi aquatic dapat membantu.

Wednesday, October 15, 2008

Mainkan WALKMAN 3.0 ( W960i ) di SE P1i Anda !!!

Pertama kali membeli smartphone P1i saya sangat kagum akan fitur-fitur yang terdapat di dalamnya. Begitu powerfull dalam membantu pekerjaan saya. Performanya yang saya kira lambat ternyata tidak saya alami. Namun seiring berjalannya waktu saya mulai iri terhadap sodara-sodaranya dari generasi walkman. Saya melihat versi terakhir walkman sangat stylish sekali dengan desain layoutnya yang menarik. Tapi yang paling penting keluaran suara yang dihasilkan hp generasi ini. Saya berfikir alangkah bagusnya jika fitur walkman juga terdapat di hp saya. Namanya manusia sudah memiliki 2 gunung emaspun masih ingin memiliki 2 gunung emas lagi yang sama.


Putar otak, geser mouse kesana kemari eh dapat juga caranya supaya walkman dapat terinstall di P1i saya. Namun ternyata ini hanya bisa dilakukan oleh jenis hp yang berbasis system symbian UIQ. tidak untuk Hp SE yang lainnya. Sayang sekali. Nah dalam postingan ini saya akan mengajak anda untuk mempelajari cara agar anda dapat menikmati walkman di P1i anda. Mod ini tidak berhasil pada uji coba di smartphone : M600i, P990, W950!!

Sebelum saya lanjutkan, saya merekomendasikan anda untuk membaca sejenak tutorial ini.

Ok, nah sekarang mari kita lanjutkan ...

Langkah - langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Silahkan dowload file yang dibutuhkan : walkman 3.0 - p1i

2. Unlock akses ke sistem folder anda dengan menggunakan Aplikasi CapSwitch - ubah dari "off" ke "on"

3. Ekstrak file zip kekomputer anda lalu kirimkan ke memory card hp anda (D:\other).

4. Copy folder C yang terdapat dalam folder other ke direktori C:\ smartphone anda dengan
menggunakan Swiss Manager Pro, X-plore atau yang sejenisnya. Untuk mendownload Swiss Manager Pro : Klik disini

5. Default language yang terdapat dalam walkman player adalah bahasa Inggris. (Option bahasa Indonesia tidak termasuk).
Untuk mencopy bahasa silahkan copy folder language (Pilih salah satu) lalu paste ke 'C:\Resource' smartphone anda. 'Saran saya lebih baik tidak usah dicopy biarkan saja player Walkman menggunakan bahasa Inggris.

6. Apabila anda diminta untuk mengoverwrite pilih yes/ok

7. Silahkan restart P1i anda lalu lihat hasilnya. Hasil yang optimal akan anda dapatkan setelah beberapa kali merestart.

8. Bila ada masalah silahkan update software P1i anda dan ulangi langkah diatas.

9. selesai.

Image :Terima kasih kepada Shahram atas Screenshotnya

------------------------------------------------------------------
| (q/w) | (e/r) | (t/z) | (u/i) | (o/p) |
| | e-Eq | VolumeUp | | Play/Pause |
------------------------------------------------------------------
| (a/s) | (d/f) | (g/h) | (j/k) | (l/BkSpc) |
| Stop | Prev/FR | Play/Pause | Next/FF | |
------------------------------------------------------------------
| (,/y) | (x/c) | (v/b) | (n/m) | (./Enter) |
| | Shuffle | VolumeDown | Minimize | |
------------------------------------------------------------------
| (Shift) | (*) | (Space) | (#) | (Alt) |
| | Lock | Stop | Play/Pause | |
------------------------------------------------------------------


Anda dapat mengubah tombol shortcut Qwerty board anda di direktori "C:\private\200011FD\default\playview_skt.xml"

Nah silahkan menikmati walkman 3.0 pada P1i anda

Walkman v 3.0 for SE P1i (R9K009/GW1), Author by : SWmail

Salam : Bro Sawer




Tuesday, October 14, 2008

Hati Tidaklah Berjarak

Pada suatu pagi yang hening, sang guru bertanyakan kepada
murid-muridnya, "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah,
ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?" Seorang murid
setelah berfikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab: "Kerana
saat seperti itu ia telah hilang sabar, kerana itu ia lalu berteriak."


Tapi…" Sang guru balik bertanya, " Lawan bicaranya itu tidak berada
jauh dari situ, hanya disisinya sahaja. Mengapa harus berteriak?
Adakah ia tidak dapat berbicara baik-baik?" Hampir semua murid
memberikan sejumlah alasan yang pada perkiraan mereka adalah `logic'.
Namun tiada satu pun jawaban yang benar-benar dapat memuaskan hati.

Sang guru lalu berkata: "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi
kemarahan, jarak kedua-dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara
fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang
demikian, mereka harus berteriak.

Namun anehnya, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya
jarak hati yang ada diantara kedua-duanya pun menjadi lebih jauh lagi.
Kerana itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi." Sang guru
menjelaskan dengan lebih lanjut, "Sebaliknya, apa yang akan terjadi
ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka bukan hanya tidak
berteriak, namun ketika mereka berbicara sekalipun, suara yang keluar
dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun,
kedua-duanya masih berupaya untuk saling mendengarkannya dengan begitu
jelas sekali. Mengapa pula demikian?" Sang guru bertanya sambil
memperhatikan para muridnya.

Mereka nampak berfikir dengan serius sekali namun tidak seorang pun
yang berani bangkit untuk memberikan jawapan. Akhirnya sang Guru
memberikan jawaban, "Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka
tidak berjarak. Pada akhirnya sepatah kata pun tidak perlu mereka
ucapkan. Satu pandangan mata sahaja sudahlah cukup untuk membuatkan
mereka memahami apa yang ingin disampaikan. "

Saturday, October 11, 2008

MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT

Sebuah perenungan (Based on True Story)

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam. Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit. Istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun dan dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan dan itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.


Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka. Sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua bapak. Dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.

" Anak2ku ......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah.... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. Sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, Kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibunya. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber. Mereka mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"

Friday, October 10, 2008

Komparasi Motor Sport 250 cc Di Indonesia

YAMAHA FAZER 250 cc












Dry Weight = 134 kg
21bhp @ 7500 rpm
Torque = 20.5926 NM / 2.10 kgm @ 6500 rpm
282mm Disk up front

130mm drum at rear
Compression = 9.80:1

CC = 249.0
Bore x Stroke = 74.0 x 58.0
Tank Capacity 19.2 litres
Fuel Injection = AISAN
Battery = 12V 6AH
Electric Start
Front tyre = 100/80/17 M/C 52S
Rear tyre = 130/70/17 M/C 62S
Engine = 4 stroke SOHC
Clutch = 5 speed

Suspension Front = telescopic
Rear monolink/monoshock





KAWASAKI NINJA 250 cc









Engine Type: 4-Stroke, Liquid-Cooled, DOHC, 4 Valve Cylinder Head, Parallel Twin
Displacement: 248 cc
Bore & Stroke: 62.0 x 41.2 mm
Maximum Torque: 18.1 lb-ft @ 10,000 rpm
Compression Ratio: 12.4:1
Carburetor: Keihin CVK30 x 2
Ignition: TCBI with Digital Advance
Transmission: 6-Speed
Rake/Trail: 27°/3.3 in.
Front Wheel Travel: 5.5 in.
Rear Wheel Travel: 5.1 in.

Front Tire Size: 100/80-16
Rear Tire Size: 130/80-16
Wheelbase: 55.1 in.
Front Suspension: 36mm Hydraulic Telescopic Fork
Rear Suspension: Uni-Trak with Aluminum Linkage
Front Brake Type: Single 260mm Disc with 2-Piston Caliper
Rake/Trail: 27°/3.3 in.
Front Wheel Travel: 5.5 in.
Rear Wheel Travel: 5.1 in.
Front Tire Size: 100/80-16
Rear Tire Size: 130/80-16
Wheelbase: 55.1 in.
Front Suspension:
36mm Hydraulic Telescopic Fork
Rear Suspension: Uni-Trak with Aluminum Linkage
Front Brake Type: Single 260mm Disc with 2-Piston Caliper

HONDA CBX 250 cc








Engine: Single Cylinder - Air-cooled 4-stroke 4-valve DOHC
Capacity: 249cc
Max Power : 24 bhp @ 8000rpm
Max Torque: 2.4
8 Kgm @ 6000rpm
Power to weight ratio:
131.5bhp / tonne
Carb/FI : Carb
Gearbox: 6 Speed
Brakes (Fr) : 276
mm dia single disc
Brakes (Rr) : 130mm dia drum
Suspension (Fr) : Telescopic hydraulic shock absorbers (130mm)
Suspension (Rr) : Mono-shock, 100mm travel
Tyres (Fr) : 100/80 * 17 (Tubeless on alloys)
Tyres (Rr) : 130/70 * 17 (Tubeless on alloys)
Length: 2030mm
Height:1050mm
Width: 745mm
Wheelbase: 1370mm
Saddle height: 780mm
Fuel capacity: 16 L
Dry Weight: 139.7 kgs



Kekuatan Memberi



"Rahasia kemakmuran adalah kedermawanan, karena dengan membagi
kepada orang lain, hal baik yang akan diberikan dalam kehidupan
kita, bahkan berkelimpahan. "
-- J. Donald Walters, penulis dan pengajar asal Rumania, tinggal di
India

KISAH nyata ini keluar dari mulut Sang Dokter. Pria yang sehari-hari
berprofesi sebagai dokter mata ini membuka prakteknya di bilangan
Rawamangun, Jakarta Timur. Selain itu, ia juga melayani konsultasi
masalah keluarga, termasuk masalah spiritual. Tanpa dipungut biaya,
alias gratis. Sang dokter menolak dengan halus setiap pemberian uang
sebagai imbalan jasa konsultasi. Ia malah menyarankan agar uangnya
diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya, seperti
yayasan yatim piatu.


Suatu hari, sang dokter kedatangan tamu seorang ibu beserta putranya
yang telah menginjak usia paruh baya. Sang anak dalam keadaan lumpuh
kakinya, sehingga ia harus berada di kursi roda. Maksud kedatangan
mereka sesungguhnya ingin menanyakan seputar masalah keluarga.
Tetapi begitu tiba di ruang dokter, sebelum menyampaikan keluhannya,
sang dokter mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah terhadap si
anak. Putranya, menurut sang dokter, pernah mempunyai kesalahan yang
membuat ibunya sakit hati. Sang anak tentu saja kebingungan. Begitu
pula sang ibu, yang tahu-tahu diungkit peristiwa di masa lalu. Sang
anak mencoba mengingat-ingat kembali peristiwa masa lampau. Sang ibu
memang mengakui kalau ia dulu pernah sakit hati oleh tindakan
anaknya. Hal itu terus membekas di hatinya menjadi goresan luka
batin, yang akhirnya teringat kembali saat itu juga.

Akhirnya, sang anak pun teringat akan kekilafannya. Ia menyesal dan
menangis. Secara susah payah, sang anak berusaha bangkit dari kursi
rodanya untuk bersimpuh di hadapan kaki ibunya meminta maaf. Ibunya,
dengan berlinang air mata, secara tulus akhirnya memaafkan kesalahan
putranya di masa lampau. Secara refleks, sang ibu mengangkat
putranya berdiri untuk memeluk dan menciumnya. Ajaib, seketika itu
juga sang anak dapat berdiri tanpa dibantu lagi oleh kursi roda.
Sang ibu memang hanya memberikan maaf dengan tulus, tetapi efeknya
sungguh luar biasa.

Kisah ini memang bertolak belakang dengan legenda Malin Kundang.
Dimana sang Ibu menyumpah anaknya menjadi batu. Tak ada batu
berbentuk manusia. Itulah logika yang paling benar dari cerita yang
menyangkut hubungan ibu dan anak. Kisah Malin Kundang selama ini
oleh beberapa pihak dinilai jauh dari cinta kasih seorang ibu yang
sebenarnya. Walau begitu, tetap ada hikmah yang dapat dipetik dari
legenda tersebut.

Sejatinya, Ibu mana yang tega melihat anaknya susah, apalagi menjadi
batu sesuai dengan sumpahnya. Alamak, Ibu adalah pintu keluasan hati
dan penuh maaf. Berkacalah pada ibu. Dia akan rela lebih menderita,
ketimbang melihat anaknya yang kesusahan. Dia akan menyisihkan nasi
yang ada untuk anaknya, walau ia sendiri lapar. Dia akan memakan
makanan yang bergizi agar janin dalam tubuhnya bisa tumbuh sehat.
Seperti dalam bait lagu, 'hanya memberi, tak harap kembali.' Betul,
tak pernah berharap mendapatkan balasan dari semua yang telah
dilakukannya. Itulah makna dari memberi yang sesungguhnya.

Memberi? Betul, memberi. Makna dari sebuah pemberian memang besar
artinya. Lantas, mengapa orang yang berkelimpahan enggan untuk
memberikan sesuatu? Atau, mengapa orang enggan memberikan maaf?
Karena mungkin ia berpikir, bila ia memberi kekayaan, pemberian itu
akan habis begitu saja tanpa kembali. Atau mungkin ia berpikir,
harga dirinya akan turun kalau ia memberikan maaf kepada orang yang
menyakitinya. Padahal justeru sebaliknya. Semakin banyak memberi,
akan lebih semakin banyak menerima. Kalau orang mengetahui kekuatan
memberi, percayalah, akan banyak orang yang berlomba-lomba untuk
memberikan segala sesuatunya.

Itulah mengapa, dalam setiap agama selalu diajarkan untuk memberikan
sesuatu yang kita miliki. Selain diajarkan selalu memberikan
kebajikan, juga kekayaannya. Umat Islam mengenal Zakat dan Sedekah.
Umat Kristen Protestan mengenal perpuluhan, yaitu kewajiban untuk
memberikan sepersepuluh dari pendapatannya kepada rumah Tuhan, dan
Elemosune, yang dapat diterjemahkan dengan kata memberi sedekah.
Umat Katholik mengenal Persepuluhan dan juga Sedekah. Umat Hindu
mengenal Sedekah Dana Punia, yaitu pemberian yang dilakukan secara
sukarela dan tulus ikhlas berupa materi. Sedangkan Buddha
mengajarkan bagaimana menggunakan kekayaan yang telah dimiliki,
yaitu bila ia perumah tangga yang baik, mengumpulkan harta dengan
cara-cara baik, ia harus membantu sanak familinya, serta orang lain
dalam empat bagian, juga dikenal Amisa Dana, yaitu memberikan
bantuan dalam bentuk materi kepada yang membutuhkan.

Pemberian itu seyogianya dilakukan dengan ikhlas, diberikan pada
tempat dan waktu yang tepat. Juga pemberian itu haruslah bertujuan
mulia. Yang patut diingat, memberi tak harus berupa uang. Ia bisa
berupa apa saja. Sekarang, tengoklah lemari pakaian Anda. Apa yang
Anda lihat? Tentu saja sederetan pakaian yang Anda miliki. Nah,
ambil sebanyak mungkin. Bila perlu semuanya, untuk kemudian Anda
serahkan kepada mereka yang membutuhkannya, misalnya yayasan yatim
piatu. Kalau merasa sayang, sisakan beberapa setel saja untuk Anda
pakai dalam bekerja selama satu minggu atau untuk Anda pakai sehari-
hari. Tak perlu banyak berpikir. Pakaian itu mungkin sudah
ketinggalan jaman. Anda perlu memberi lagi yang baru.

Sebuah penelitian menunjukkan, dengan memberi terhadap sesama,
membuat diri kita menjadi lebih bahagia. Hukum kekekalan energi
mengatakan, tiada energi yang hilang bila dikeluarkan. Ia akan
kembali dalam bentuk lain. Begitu pula soal kebaikan, apapun. Ia tak
akan hilang walau Anda telah memberikannya. Bahkan Deepak Chopra
dalam '7 Spiritual Law of Success' mencantumkan 'Law of Giving'
sebagai hukum kedua untuk sukses.

Nah, mulai sekarang, banyak-banyaklah memberi. Memberi maaf. Memberi
senyum. Memberi kebajikan. Memberi kemuliaan. Memberi materi. Dan
sebaiknya, tak usah berharap dari semua pemberian yang telah Anda
lakukan. Karena itulah kebahagiaan sesungguhnya yang didapatkan.
Kebahagiaan memberi. Seperti yang dilakukan ibu terhadap kita: hanya
memberi, tak harap kembali.

SAYA ADALAH MAHADEWA


Diarani sombong yo wis ben! - dibilang orang sombong ya sudah, biar aja!
Sebab kenyataannya setiap hari saya ini memang menginjak-injak Dewa Bumi, meludahinya, bah
kan mengencinginya. Suatu kali saya gali untuk saya buat pondasi rumah, dan suatu kali saya bor untuk menolong dan menyelamatkan Dewa Air dan Dewa Minyak yang tertimbun di dalam Dewa Bumi.


Sementara itu Dewa Air setiap hari saya pakai untuk mandi, mencuci piring dan pakaian saya yang kotor. Sedangkan Dewa Minyak saya makankan ke Dewa Api. Dewa Api sendiri selalu saya kantongi, saya beli seharga Rp. 2.000,- untuk keperluan saya merokok. Kalau saya butuh Dewa Api, maka saya akan menciptakannya: “Bimsalabim!” maka si Dewa Api itupun hidup. Tapi kalau sudah nggak butuh, maka saya tiup dengan mulut saya yang baunya busuk sekali ini.



Dewa Matahari saya atasi dengan payung, saya suruh melototi pakaian saya yang habis dicuci, melototi ikan asin dan kerupuk, supaya kering. Bahkan kalau saya mendatangkan Dewa Hujan, maka Dewa Matahari saya singkirkan jauh-jauh sampai nggak kelihatan batang hidungnya lagi.


Sementara itu Dewa Hujan saya atasi dengan bersih-bersih selokan agar nggak bikin onar – keban
jiran. Saya atasi dengan Jas hujan, saya suruh menyirami sawah-ladang saya agar saya cepat kaya, lalu kalau sudah nggak butuh, saya adukan dia dengan Dewa Matahari lagi.
Bagaimana dengan kegalakan Dewa Petir? Masalah yang gampang sekali! Saya bikin “arde” dari besi yang diruncingkan, saya tempatkan diketinggian rumah saya, lalu saya kasih kabel yang dita- namkan ke tanah yang lembab. Maka ketika Dewa Petir itu muncul, dia akan segera dilalap oleh Dewa Bumi. Aman, sudah!


Bagaimana dengan Dewa Laut? Apanya yang ditakuti, wong setiap hari jutaan kapal melewatinya dan nggak terjadi apa-apa?! Lagi pula 'kan sudah dibuatkan batasan pantai? Lalu kalau ngamuk dengan gelombang Tsunaminya? Akh, itu gampang sekali! Kita bisa lari ke Dewa Gunung. Kalau Dewa Gunung ngamuk? Kita minum aja “Kuku Bima Energi” - yang katanya Mbah Marijan: “Roso!”


Tapi, bagaimana kalau Dewa Bumi ngamuk [gempa bumi]? Saya akan bikin pondasi rumah yang dengan model “cakar ayam.” Kalau Dewa Api ngamuk? Saya teleponkan mobil Pemadam Kebakaran!


Nah, coba Dewa apa lagi yang kira-kira belum bisa saya taklukkan?! Karena itu AKU ADALAH MAHADEWA! Jika ada di antara anda yang “hari gini” masih menyembah Dewa, sekaranglah saatnya anda untuk pindah menyembah saya.

Istilah Dalam Bahasa Inggris

DONT JUDGE THE BOOK BY THE COVER
(Jangan menghukum buku karena dia meninggalkan koper)
Jangan salahkan diri anda kalau anda jelek, salahkanlah orangtua
anda, karena jelek itu keturunan..

LIKE FATHER LIKE SON
(Suka bapaknya, suka juga sama anaknya)
Perbaiki inner beauty anda, itu kalau anda merasa sisi luar anda udah
ancur ga ketolong lagi...

THE BEAUTY IS UNDER THE SKIN

(Jadi cakep kalo udah ganti kulit)
Jgn sakit ati kalo dikatain jelek, cuek aja, pokoknya kafilah
m'gonggong Setan ttp berlalu..

NO GAIN NO PAIN

(Ga dapet duit kalo ngga kesakitan dulu...kaya kuda lumping)
Jadilah diri anda sendiri, kalau anda jelek syukurilah
kejelekan anda...

JUST BE YOURSELF

(Kesengat tawon, itulah kamu (muka kamu))
Kalau orang lain menilai anda jelek, jangan skeptis, penilaian manusia
tidak selalu benar...

THE TRUTH IS OUT THERE

(Yang bener boleh keluar)

THE RIGHT MAN IN THE WRONG PLACE

(Orang disebelah kanan, salah tempat..hrsnya disebelah kiri)
Cinta tidak memandang cakep atau jelek, ga percaya?
Tanyakan hal ini sama orang jelek...

LOVE IS BLIND

(Pacarilah orang buta)
Kalo anda membaca tips ini sampe selesai, berarti anda memang merasa
jelek.. Kalo anda sendiri merasa jelek, apalagi orang lain melihat anda....
Jangan menganggap kalo anda merasa jelek itu anda low profile,
percayalah..orang lain pun akan setuju dgn pendapat anda, percayalah
pd kata hati anda (kalau anda jelek)...
Memang CAKEP itu RELATIF... tapi kalo JELEK yĆ  MUTLAK

Salam : lostsamboeboy


Sekejap Mata

Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan di kantornya. Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon yang cocok. Dia memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau tidak.

Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview. Si Manager lalu mengajukan 1 pertanyaan: setahu Anda, apa yang bergerak paling cepat?

Kandidat I menjawab, “PIKIRAN. Dia muncul begitu saja di dalam kepala, tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada. Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu.”


“Jawaban yang sangat bagus”, sahut si Manager. “Kalau menurut Anda?”, tanyanya ke kandidat II.


Hm… KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa kita sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak paling cepat kalau menurut saya.”“Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan ’sekejap mata’ untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi.” Si manager berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras.



“NYALA LAMPU adalah yang tercepat yang saya ketahui”, jawabnya, “Saya sering menyalakan saklar di dalam rumah dan lampu yang di taman depan langsung saat itu juga menyala.”
Si manager terkesan dengan jawaban kandidat III. “Memang sulit mengalahkan kecepatan cahaya.”, pujinya.

Dilirik oleh sang manager, kandidat IV menjawab, “Sudah jelas bahwa yang paling cepat itu adalah MENCRET.”


“APA???!!!”, seru sang manager yang terkaget-kaget dengan jawaban yang tak terduga itu.


“Oh saya bisa menjelaskannya.”, kata si kandidat. “Dua hari lalu kan perut saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat saya berlari ke toilet. Tapi sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN LAMPU, saya sudah berak di celana.”

Tentu saja kandidat terakhir yang diterima…

Have a Positive Day

Bila boss tetap pada pendapatnya,
itu berarti beliau konsisten.
Bila staf tetap pada pendapatnya,
itu berarti dia keras kepala !
Bila boss berubah-ubah pendapat,
itu berarti beliau flexible.

Bila staf berubah-ubah pendapat,
itu berarti dia plin-plan !
Bila boss bekerja lambat,
itu berarti beliau teliti.
Bila staf bekerja lambat
itu berarti dia tidak 'perform' !
Bila boss bekerja cepat,
itu berarti beliau 'smart'.
Bila staf bekerja cepat,
itu berarti dia terburu-buru !
Bila boss lambat memutuskan,
itu berarti beliau hati-hati.
Bila staf lambat memutuskan,
itu berarti dia 'telmi' !
Bila boss mengambil keputusan cepat,
itu berarti beliau berani mengambil keputusan.
Bila staf mengambil keputusan cepat,
itu berarti dia gegabah !
Bila boss terlalu berani ambil resiko,
itu berarti beliau risk-taking.
Bila staf terlalu berani ambil resiko,
itu berarti dia sembrono !
Bila boss tidak berani ambil resiko,
itu berarti beliau 'prudent'.
Bila staf tidak berani ambil resiko,
itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !
Bila boss mem-by-pass prosedur,
itu berarti beliau proaktif-inovatif.
Bila staf mem-by-pass prosedur,
itu berarti dia melanggar aturan !
Bila boss curiga terhadap mitra bisnis,
itu berarti beliau waspada.
Bila staf curiga terhadap mitra bisnis,
itu berarti dia negative thinking !
Bila boss menyatakan : " Sulit "
itu berarti beliau prediktif-antisipat if..
Bila staf menyatakan : " Sulit "
itu berarti dia pesimistik !
Bila boss menyatakan : " Mudah "
itu berarti beliau optimis.
Bila staf menyatakan : " Mudah "
itu berarti dia meremehkan masalah !
Bila boss sering keluar kantor,
itu berarti beliau rajin ke customer
Bila staf sering keluar kantor,
itu berarti dia sering kelayapan !
Bila boss sering entertainment,
itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
Bila staf sering entertainment,
itu berarti dia menghamburkan anggaran !
Bila boss tidak pernah entertainment,
itu berarti beliau berhemat.
Bila staf tidak pernah entertainment,
itu berarti dia tidak bisa me-lobby customer !
Bila boss men-service atasan,
itu berarti beliau me-lobby.
Bila staf men-service atasan,
itu berarti dia menjilat !
Bila boss sering tidak masuk,
itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
Bila staf sering tidak masuk,
itu berarti dia pemalas !
Bila boss minta fasilitas mewah,
itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
Bila staf minta fasilitas standar,
itu berarti dia banyak menuntut !
. . . . . . . . . . . (masih banyak lagi)
Bila boss membuat tulisan seperti ini,
itu berarti beliau humoris.
Bila staf membuat tulisan seperti ini,
itu berarti dia :
- frustasi
- iri thd karir orang lain
- negative thinking
- provokasi
- tidak tahan banting
- barisan sakit hati
- berpolitik di kantor
- tidak produktif
- tidak sesuai dengan budaya perusahaan
- de el el


Kisah Sebuah Pohon Apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.


"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.


"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."


Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."


"Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi." Pohon apel itu kembali sedih.


Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.


"Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.


"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.


"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempa tinggal. Maukah kau menolongku?"


"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.


Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.


"Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.


"Aku sedih," kata anak lelaki itu.


"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"


"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."

"Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.


Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.


"Maaf anakku, kata pohon apel itu. Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."


"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.


"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.


"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.


"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.


"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.


"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. "


"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."


Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.


Sahabat, Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita kecil, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.


Ketika kita tambah dewasa, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.


Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita. Ingat dengan nafas merekalah kita lahir kedunia ini, nyawa merekalah yang telah menjaga kita agar tetap hidup dan tumbuh cintailah orang tua kita.


Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah diberikannya pada kita


Salam : Bro Di2t - Samboelostboy


 

Buat Yang Doyan Nonton !

Cari Lirik Lagu Kamu Disini !

Fuze Mobility

Blog's Update

Bro Sawer is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com