Saturday, August 30, 2008

Kisah Sebuah Cangkir

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di
sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat
cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju
kepada sebuah cangkir yang cantik.

Lihat cangkir itu, kata si nenek kepada
suaminya.
Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah
aku lihat ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba
cangkir yang dimaksud berbicara

Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui
bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi
cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok
tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari
ada seorang pengrajin dengan tangan kotor
melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku
merasa pusing.
Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu
berkata belum !
lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-
ulang.
Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang itu masih
saja meninjuku,
tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih
buruk lagi
ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas !
Panas ! Teriakku dengan keras.

Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang itu
berkata Belum !.
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan
membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir,
selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang
wanita muda dan ia mulai mewarnai aku.
Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku
berteriak.

Wanita itu berkata belum ! Lalu ia memberikan
aku kepada seorang pria dan
ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih
panas dari sebelumnya!
Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil
menangis aku berteriak sekuat-kuatnya.
Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia
terus membakarku.
Setelah puas menyiksaku kini aku dibiarkan
dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik
mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca.
Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku
hamper tidak percaya, karena di hadapanku berdiri
sebuah cangkir yang begitu cantik.

Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu
menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Renungan :

Seperti itulah Allah membentuk kita. Pada saat
Allah membentuk kita, tidaklah menyenangkan,
sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.
Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk
mengubah kita supaya menjadi cantik dan
memancarkan kemuliaan-Nya.

Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila
kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab
Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan
ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah
yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan
utuh dan tidak kekurangan suatu apapun.

Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup,
jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk
anda.
Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan
tetapi setelah semua proses itu selesai, anda
akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk
anda.

No comments:

Post a Comment

 

Buat Yang Doyan Nonton !

Cari Lirik Lagu Kamu Disini !

Fuze Mobility

Blog's Update

Bro Sawer is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com