Friday, October 10, 2008

SAYA ADALAH MAHADEWA


Diarani sombong yo wis ben! - dibilang orang sombong ya sudah, biar aja!
Sebab kenyataannya setiap hari saya ini memang menginjak-injak Dewa Bumi, meludahinya, bah
kan mengencinginya. Suatu kali saya gali untuk saya buat pondasi rumah, dan suatu kali saya bor untuk menolong dan menyelamatkan Dewa Air dan Dewa Minyak yang tertimbun di dalam Dewa Bumi.


Sementara itu Dewa Air setiap hari saya pakai untuk mandi, mencuci piring dan pakaian saya yang kotor. Sedangkan Dewa Minyak saya makankan ke Dewa Api. Dewa Api sendiri selalu saya kantongi, saya beli seharga Rp. 2.000,- untuk keperluan saya merokok. Kalau saya butuh Dewa Api, maka saya akan menciptakannya: “Bimsalabim!” maka si Dewa Api itupun hidup. Tapi kalau sudah nggak butuh, maka saya tiup dengan mulut saya yang baunya busuk sekali ini.



Dewa Matahari saya atasi dengan payung, saya suruh melototi pakaian saya yang habis dicuci, melototi ikan asin dan kerupuk, supaya kering. Bahkan kalau saya mendatangkan Dewa Hujan, maka Dewa Matahari saya singkirkan jauh-jauh sampai nggak kelihatan batang hidungnya lagi.


Sementara itu Dewa Hujan saya atasi dengan bersih-bersih selokan agar nggak bikin onar – keban
jiran. Saya atasi dengan Jas hujan, saya suruh menyirami sawah-ladang saya agar saya cepat kaya, lalu kalau sudah nggak butuh, saya adukan dia dengan Dewa Matahari lagi.
Bagaimana dengan kegalakan Dewa Petir? Masalah yang gampang sekali! Saya bikin “arde” dari besi yang diruncingkan, saya tempatkan diketinggian rumah saya, lalu saya kasih kabel yang dita- namkan ke tanah yang lembab. Maka ketika Dewa Petir itu muncul, dia akan segera dilalap oleh Dewa Bumi. Aman, sudah!


Bagaimana dengan Dewa Laut? Apanya yang ditakuti, wong setiap hari jutaan kapal melewatinya dan nggak terjadi apa-apa?! Lagi pula 'kan sudah dibuatkan batasan pantai? Lalu kalau ngamuk dengan gelombang Tsunaminya? Akh, itu gampang sekali! Kita bisa lari ke Dewa Gunung. Kalau Dewa Gunung ngamuk? Kita minum aja “Kuku Bima Energi” - yang katanya Mbah Marijan: “Roso!”


Tapi, bagaimana kalau Dewa Bumi ngamuk [gempa bumi]? Saya akan bikin pondasi rumah yang dengan model “cakar ayam.” Kalau Dewa Api ngamuk? Saya teleponkan mobil Pemadam Kebakaran!


Nah, coba Dewa apa lagi yang kira-kira belum bisa saya taklukkan?! Karena itu AKU ADALAH MAHADEWA! Jika ada di antara anda yang “hari gini” masih menyembah Dewa, sekaranglah saatnya anda untuk pindah menyembah saya.

4 comments:

  1. bukan dewanya yg penting.. tapi apakah anda berbuat dan berkata baik, dan berguna bagi bangsa kita. bangsa Indonesia ;)

    ReplyDelete
  2. http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/10.gif http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/10.gif http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/35.gif

    ReplyDelete
  3. elo idiot anjink imbisil

    ReplyDelete

 

Buat Yang Doyan Nonton !

Cari Lirik Lagu Kamu Disini !

Fuze Mobility

Blog's Update

Bro Sawer is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com